Cara Menghitung Bunga Pinjaman

cara menghitung bunga pinjaman – Pada saat kita ingin membeli sebuah rumah, atau kendaraan bermotor baik sebagai aset maupun bukan, mungkin banyak dari kita yang memilih menggunakan pembiayaan dengan cara meminjam pada bank. 

Dengan meminjam uang pada bank, kita memang bisa membeli rumah dengan cicilan yang tentunya memudahkan kita.

Namun, tentu saja ada bunga yang akan terbebankan pada setiap cicilan kita. 

Bagaimana cara kita sebagai peminjam untuk menghitung bunga pinjaman bank tersebut?

Pada kesempatan kali ini kita akan membantu menjelaskan secara ringkas bagaimana cara menghitung bunga pinjaman pada bank.

Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan ketika hendak meminjam uang dari bank. Yang pertama adalah tidak hanya kita harus mengembalikan pokok hutang, kita juga harus mengetahui berapa bunga yang ada di dalamnya.

Memang sebenarnya perhitungan bunga baik dari bank maupun beberapa penyedia pembiayaan lainnya biasanya akan sudah tersedia dari pihak peminjam, namun tentu saja kita harus menghitungnya sendiri agar benar – benar mengetahui besaran pinjaman yang harus kita kembalikan di kemudian harinya.

Jenis Bunga Hutang

Ada dua jenis bunga pinjaman yang umumnya tercantum pada sebuah pinjaman kredit, yaitu  bunga flat dan efektif.

Cukup mudah membedakan keduanya. Pada bunga flat, setiap bulan atau setiap angsurannya kita akan dibebankan jumlah besaran bunga yang sama. Lain lagi dengan bunga efektif, bunganya akan selalu berubah pada tiap bulannya, atau tiap angsurannya. Perubahan ini biasanya mengikuti suku bunga, maupun kebijakan dari peminjam uang.

Namun sebenarnya masih ada jenis bunga yang ketiga, yaitu bunga anuitas. Konsep dari jenis bunga anuitas adalah sama seperti bunga efektif, namun cara perhitungan bunganya saja yang berbeda.

Suku Bunga dari Bank Indonesia menjadi salah satu faktor penting dari perubahan bunga pada suatu kredit. Hubungannya akan berbanding lurus, saat suku bunga Bank Indonesia sedang turun maka akan mempengaruhi besaran bunga dari pinjaman bank juga menjadi rendah.

Baca Juga: Cara Menonaktifkan Shopee Paylater

3 Cara Menghitung Bunga Pinjaman Bank

Bunga Flat

Pada jenis bunga flat, besaran bunganya hanya akan berdasarkan pada plafon kredit yang telah disepakati, serta berdasarkan pada persentase besaran bunga tetap.

Hal tersebut menyebabkan sang peminjam akan dapat melakukan angsuran tagihan dengan nominal yang sama pada setiap bulannya. 

Bunga flat memang akan sering kita temui dalam pembiayaan kredit kendaraan bermotor, namun pada zaman sekarang banyak pula developer rumah yang menyediakan pembayaran kredit dengan bunga flat pada beberapa bulan awal angsuran.

Ada pula produk lain dari bank yang memungkinkan Anda untuk bisa mendapatkan bunga flat, yaitu dengan menggunakan KTA (Kredit Tanpa Agunan).

Biasanya memang produk ini disediakan untuk program UMKM atau pelaku bisnis, dan hanya untuk pinjaman jangka pendek.

Cara Perhitungan Plafon Kredit dengan Bunga Flat

Rumus perhitungan plafon kredit dengan bunga flat adalah :

(persentase bunga x plafon kredit) : tenor kredit

Untuk bisa mendapatkan visualisasi secara sederhananya, maka perhatikan contoh kasus berikut ini.

Contoh Kasus

Adit meminjam plafon kredit sebesar Rp360 juta kepada bank.

Berapa dana yang harus Adit angsur setiap bulannya jika bunga pinjamannya flat sebesar 10% selama 3 tahun?

Diketahui

Jumlah pinjaman: 360.000.000

Suku bunga flat: 10%

Jangka waktu: 36 bulan

Cicilan pokok tiap bulan: Rp360.000.000 : 36 = Rp10.000.000

Maka

Bunga Flat = (10% x Rp360.000.000): 36 bulan

Bunga Flat = Rp1000.000

Sehingga cicilan yang harus Adit bayarkan pada setiap bulan adalah : 

Rp10.000.000 + Rp1.000.000 = Rp11.000.000

Maka dengan menggunakan cara perhitungan tersebut, jumlah angsuran tetap yang harus Adit bayar pada setiap bulannya adalah sebesar Rp 11.000.000,- tanpa adanya perubahan besaran apapun selama 3 tahun penuh.

Memang cara menghitung bunga flat lebih mudah daripada cara menghitung bunga yang lainnya. Pembayarannya juga lebih mudah karena besarnya tidak akan pernah berubah.

Bunga Efektif

Pada skema kredit yang menggunakan bunga efektif, akan membuat peminjam harus membayar angsurannya dengan jumlah yang berbeda pada setiap bulannya.

Bunga dengan perhitungan efektif ini biasanya muncul dalam tipe pinjaman yang memakan waktu lama, seperti pinjaman pada modal usaha.

Jenis bunga ini juga akan sering kita temui pada layanan kredit pembelian rumah pada bunga KPR.

Cara Menghitung Bunga Pinjaman Bank Efektif

Dalam cara menghitung bunga efektif pada suatu pinjaman, maka rumus yang bisa kita gunakan adalah:

Saldo pinjaman pokok (SP) x suku bunga tiap tahun (i) : 12 bulan.

Contoh soal:

Luis Figo pindah ke Malang dan mengajukan KPR untuk rumah barunya sebesar Rp720 juta pada bank.

Kemudian bank tersebut menyetujui dengan penetapan suku bunga pinjaman 10% setiap tahunnya.

Dalam waktu 5 tahun berapa besar angsuran yang harus dibayar oleh Luis Figo?

Diketahui:

Pokok pinjaman: Rp720.000.000

i: 10%

Jangka waktu: 5 tahun atau 60 bulan

Maka:

Angsuran bulan 1

Besaran bunga= Rp720.000.000 x 10% : 12

Besaran bunga= Rp6.000.000

Angsuran pokok= Rp720.000.000 : 60

Angsuran pokok= Rp12.000.000

Total angsuran bulan 1= Rp12.000.000 + Rp6.000.000

Total angsuran bulan 1= Rp18.000.000

Angsuran bulan 2

SP= Rp720.000.000 – Rp12.000.000

SP= Rp608.000.000

Besaran bunga bank= Rp608.000.000 x 10% : 12

Besaran bunga bank= Rp5.066.666,67

Total angsuran bulan 2: Rp12.000.000 + Rp5.066.666,67

Total angsuran bulan 2: Rp17.066.666,67

Begitu seterusnya, dengan cara perhitungan bunga anuitas seperti itu maka angsuran yang harus Luis Figo bayar akan berubah pada setiap bulannya. Hal tersebut juga menyebabkan jumlah yang harus ia angsur tiap bulannya semakin kecil.

Bunga Anuitas

Bunga anuitas adalah suatu cara perhitungan bunga dimana jumlah angsuran pokok dan angsuran bunga adalah sama setiap bulannya dalam jangka waktu peminjaman.

Dapat disimpulkan, bunga pinjaman jenis ini menghitung besaran bunga berdasarkan dari sisa pokok utang. Namun walaupun begitu, angsuran peminjam tiap bulan memiliki jumlah yang sama.

Pada awal-awal masa pembayaran angsuran, peminjam akan lebih membayar bunga dengan jumlah lebih besar, sedangkan pokok utang akan dibayar lebih besar di akhir masa pinjaman

Jika anda sedang mengajukan KPR, mungkin anda akan menemukan beberapa bank yang menerapkan bunga anuitas untuk perhitungan kreditnya.

Cara Menghitung Bunga Bank Anuitas

Berikut adalah rumus menghitung total angsuran per bulan dengan bunga anuitas:

Total angsuran = P x ( i / 12 ) : ( 1 – ( 1 + ( i / 12 )) ^( – t) )

dengan:

P = Total pinjaman

i = Suku bunga pinjaman (per tahun)

t = Jangka waktu pembayaran (tahun)

Contoh perhitungan:

Helena memiliki pinjaman dana usaha ke bank sebesar Rp 180 juta untuk jangka waktu pembayaran selama 10 tahun. Jika saat itu suku bunga pinjaman adalah 12% per tahun dengan bunga anuitas, maka berapakah besar angsuran yang harus dibayar Helena setiap bulannya?

P= 180.000.000

i= 12%

t= 10

Jumlah angsuran per bulan dengan bunga anuitas:

Rp 180.000.000 x (12%/12) : (1-(1+(12/12)) ^ (-10) = Rp 2.582.477,07

Sehingga besar angsuran bunga setiap bulannya dalam tiga bulan pertama adalah sebagai berikut:

Bulan 1: Rp180.000.000 x 12% : 12 = Rp 1.800.000,00

Bulan 2: Rp 179.217.522,93 x 12% : 12 = Rp 1.792.175,23

Bulan 3: Rp 178.427.221,09 x 12% : 12 = Rp 1.784.272,21

Sedangkan besar angsuran pokok tiap bulannya sebagai berikut:

Bulan 1: Rp 2.582.477,07 – Rp 1.800.000,00 = Rp 782.477,07

Bulan 2: Rp 2.582.477,07 – Rp 1.792.175,23 = Rp 790.301,84

Bulan 3: Rp 2.582.477,07 – Rp 1.784.272,21 = Rp 798.204,86

Penutup

Demikian cara menghitung bunga pinjaman tiap jenisnya, cukup mudah bukan?

Terdapat tiga jenis bunga pinjaman yaitu bunga flat, bunga efektif, dan bunga anuitas. Anda dapat menghitung bunga pinjaman sesuai ketentuan dan kebutuhan anda.

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

Tinggalkan komentar